Rabu, 29 Juli 2009

Belajar gitar dengan software Guitar Pro

komentar: 6

Belajar gitar dengan bantuan software gitar sangat membantu para gitaris di jaman serba komputer sekarang ini. Dulu jinkurakura masih ingat ketika belajar gitar menggunakan buku musik yang membuat kepala pusing.. he..he.. tetapi sekarang kan jaman berubah, belajar gitar pun semakin mudah tidak hanya menggunakan buku tapi dapat juga menggunakan bantuan software gitar. Banyak sekali software gitar yang ada di internet untuk membantu para musisi dalam mengekpresikan musiknya terutama instrumen gitar. Baik itu untuk rekaman atau untuk bantuan sound sistem, ataupun untuk mempermudah belajar gitar. Guitar pro salah satu software yang menurut jinkurakura sangat bagus untuk belajar gitar, tentu saja disini kamu harus tau cara membaca tablature.

Guitar pro adalah software yang menampilkan notasi musik dan tablature musik yang sangat bagus. dalam software ini, kamu juga bisa belajar bagaimana belajar tempo menggunakan metronome. Sebagai contoh jika kamu mengenal Joe Satriani, kamu pasti tahu dan pernah merasakan bagaimana susahnya mengikuti tempo dari lagu solo Joe Satriani, jika menggunakan buku gitar, kamu tidak tahu sudah belajar gitar sampai mana pada lagu solo itu, meskipun kita bisa tapi jika menggunakan software Guitar Pro akan lebih mudah. Kamu akan mudah belajar dan mengikuti alur lagu, karena saat software dijalankan pada salah satu lagu, maka notasi dan suara notasi akan berjalan bersamaan, dan kamu juga akan mudah mengikutinya.

Sekedar mengingatkan, untuk belajar gitar pada software ini kamu bisa membaca artikel cara belajar membaca tablature pada menu di blog ini jinkurakura. Kembali ke topik software guitar pro, kelebihan lain yang ada pada software ini adalah kamu bisa melihat not nada pada gitar dengan tampilan gitar, dan not pada piano dengan not piano, disertai juga dengan instrumen yang cukup lengkap seperti drum, bass dan efek lainnya. Software ini juga bisa digunakan untuk membuat musik ber format midi. yang paling asik dari software ini adalah bisa merubah tempo pada musik, jadi bisa belajar gitar secara pelan- pelan.

Untuk belajar gitar yang mudah, kamu bisa membuka file berformat guitar pro, bisa coba mencari lagu berformat tab ( tablature ) di ultimate-guitar.com atau bisa mencari di mesin pencari seperti google atau Yahoo. Sebenarnya masih ada satu lagi software yang bagus menurut jinkurakura, salah satunya adalah software gitar yang bernama powertab. Lain kali jinkurakura bahas juga ni software karena keren dan mudah pemakaiannya seperti software guitar pro
Selamat mencoba dan semoga membantu dalam belajar gitar ROCK

Sabtu, 18 Juli 2009

Senin, 13 Juli 2009

Angela Aki

hi semuanya.........

dunkin baru nih disini mohon bimbingannya yah sebelumnya

buat J-Pop lovers pada suka ama Angela Aki gak?
meskipun terbilang baru di kancah musik pop Jepang tapi dunkin rate dia sebagai penyanyi wanita Jepang yang berbakat, selain bisa main piano, bisa nulis lirik, suaranya bagus pula

terbukti kan kalo dia udah ngisi beberapa soundtrack film, anime, game di jepang??

ayo ayo share siapa aja yang suka Angela Aki, lagu2nya enak2 loooh........

Rabu, 24 Juni 2009

Pengetahuan dasar memilih gitar akustik

acoustic electric guitarsBagi pemula memilih gitar adalah hal yang belum pasti karena mau main apa sih kepinginnya. Karena masa-masa awal bermusik biasanya kuping menyenangi semua denting gitar. Semua terdengar menarik dan ingin memainkannya. Namun pada dasarnya ada 2 kriteria yang patut dipahami sebelum salah pilih. Dan tentu bagi pemula gitar akustik dululah.

Gitar Nylon String
Gitar dengan snar nylon adalah termasuk katagori gitar klasik. Ciri-ciri gitar klasik adalah mempunyai neck atau fretboard yang lebar. Gitar ini biasanya dipakai memang untuk memainkan lagu-lagu klasik atau flamingo ya mexicoan atau spanyolanlah. Kalau pernah dengar lagu Romance de amor ini lagu klasik.

Kalau ingin memainkan lagu klasik pilihlah gitar dengan snar nylon. Banyak musisi besar datang dari memainkan klasik pada awalnya. Sehingga muncul genre yang kita kenal dengan klasik rock. Sebut saja nama Yngwi atau Blues Saraceno yang memainkan lagu klasik ‘Bouree’ dengan sangat manis dengan gitar elektrik. Musisi musik klasik yang sangat tenar dan mengguncang dunia klasik pada jamannya sampai sekarang adalah: John William, Al Di Meola, John Mc Laughlin (sekarang banyak di Jazz Blues).

Merek gitar klasik yang paling gampang dicari dan umum di Indonesia adalah Yamaha dari type G. Di Bandung dulu pernah beredar merek Genta keren juga. Merek lain di kota-kota besar beredar juga Fender sampai Gibson.

Gitar Steel String
Bagi pemula yang berencana belajar melodi, musik rock, blues atau tidak belajar klasik sebaiknya memilih gitar dengan snar steel ini. Ciri-ciri gitar ini mempunyai neck atau fretboard yang ramping.

Karena gitar ini bertali kawat baja maka kecenderungan stang akan menjadi bengkok. Ini masalah utama pada gitar steel string apalagi kalau ia murahan! Maka sebenarnya waktu milih gitar steel string kita harus mengerti stelan standar gitar. Ajaklah teman yang mengerti nyetem standar ini. Ada alat yang namanya ‘Tuner’ yaitu standar nada pada umumnya yang dipakai nyetem gitar biar nadanya standar. Kalau gitar tidak bisa distel standar, pemula yang kebanyakan belajar nyari lagu dari cd atau kaset nantinya susah mengikuti nada-nada tersebut. Kang Iwan Fals kalau manggung memakai gitar acoustic electric. Acoustic electric bagus kalau rencana mau record acoustic gitar dengan cara DI (direct input).

Saat memilih gitar juga perhatikan fret jangan sampai ada satu nada yang mati karena fret ketinggian di salah satu tempat. Bisa diperbaiki sih tapi kan repot. Cobalah ambil chord dekat dengan bodi. Saya biasanya juga melakukan cek nada satu persatu di atas fret. Lihat stang apa juga lurus dengan cara melihat dari ujung bodi ke headstok atau sebaliknya. Ya kayak membidik dengan senapanlah. Nggak usah malu karena pemula dari pada salah.

Acoustic Electric
Kalau emang milih gitar dengan electriknya sekalian, jangan lupa nyolokin ke amp cabinet yang biasanya juga ada di toko gitar.Tentu kalau ada amp yang acoustic. Ini penting sekali karena terkadang salah satu snar mempunyai sound out yang tipis. Atau frekuensinya tidak seimbang. Yang benar itu suara harus rata. Atau nanti waktu melodi satu snar nggak kedengaran. Terkadang dagangnya bilang kalau tahu anda pemula: ‘Biasa seperti itu kalau gitar akustik elektrik’. Itu sama sekali tidak benar!

Merek gitar string yang banyak beredar di Indonesia adalah Takamine dan sering juga saya lihat banyak musisi Indonesia yang pakai. Harga cukup murah. Namun kalau mau yang bermerek lain ada: Ovation, Martin, Taylor, Fender, dsb. Di hompage itu gitar akustik aku. Ovation black yang udah didandani perak. Ovation back bodinya enak nggak tebal.
Joss Stone
Stone
Joscelyn Eve Stoker
Perempuan
Dover, England, Inggris, 11 April 1987

Lihat Lirik Lagu Joss Stone



Biografi :

Joscelyn Eve Stoker lahir di Dover, England, Inggris, 11 April 1987. Perempuan yang dikenal dengan nama panggung Joss Stone, itu adalah penyanyi pop yang pernah menjadi penyanyi latar Britney Spears.

Stone adalah peserta audisi S-Curve di New York pada 2002, yang kemudian dalam kontraknya ia merilis album perdananya The Soul Sessions pada 16 September 2003. Menysusul album keduanya Mind, Body & Soul dan diterbitkan pada 28 September 2004. Sementara album ketiganya akan terbit pada 6 Maret 2007.
KETIKA musisi lain berlomba-lomba membuat sensasi untuk mendongkrak kariernya, penyanyi yang albumnya terjual lebih dari 10 juta keping di penjuru dunia ini justru adem ayem saja. Baginya, lebih baik mencipta lagu daripada mengumbar masalah pribadinya. Akan tetapi, kehidupan perempuan berdarah Inggris ini ternyata tidak melulu manis. Sebelum sukses di dunia tarik suara, ia sempat berhenti sekolah karena disleksia.

Jocelyn Eve Stoker, lebih dikenal sebagai Joss Stone, dilahirkan di Dover, Kent, Inggris, pada 11 April 1987. Ia adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu beraliran soul dan R&B, yang memulai debut di jalur musik lewat sebuah album multiplatinum bertajuk The Soul Sessions (2003).

Meskipun saat itu usianya masih belia, Stone menunjukkan kualitas vokal yang luar biasa, sehingga sejumlah musisi legendaris seperti Mick Jagger, Donna Summer, Chaka Khan, Smokey Robinson, serta Gladys Knight, tidak ragu-ragu untuk bernyanyi bersamanya.

Stone, anak ketiga dari empat bersaudara hasil perkawinan Richard dan Wendy Stoker, menghabiskan masa remajanya di Ashill, sebuah desa kecil di Devon. Ia pertama kali menunjukkan kebolehan saat membawakan sebuah lagu berjudul Reet Petite milik Jackie Wilson, ketika tampil di Uffculme Comprehensive School, tempat ia mengenyam pendidikan.

Namun, akibat disleksia yang dideritanya, Stone terpaksa meninggalkan bangku sekolah saat usianya menginjak 16 tahun. Kelainan itu membuat perempuan pemilik tembang Fell in Love with a Boy ini tidak mampu membedakan huruf secara benar, sehingga mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis.

''Bukan karena aku bodoh. Aku hanya sedikit disleksia dan tidak benar-benar tertarik dalam bidang akademis. Aku merasa lebih artistik,'' ujar Stone dalam sebuah wawancara.

Pada mulanya, Stone menceburkan diri ke dunia musik karena alasan ekonomi. Ia bernyanyi untuk mendapatkan uang. Sekitar tahun 2000, perempuan yang pernah menjadi penyanyi latar Britney Spears ini mengikuti sebuah kontes bakat bertajuk Star for a Night di stasiun televisi BBC. Saat audisi berlangsung, ia sempat tidak bisa mengingat lirik lagu yang dibawakan, meskipun akhirnya terpilih sebagai kontestan.

Stone ternyata berhasil memenangkan kontes tersebut, sehingga kemudian diminta bernyanyi dalam sebuah pertunjukan amal. Performanya itu menarik perhatian beberapa produser London, yang langsung menghubungi Steve Greenberg, seorang chief executive officer S-Curve Records.

Suara emas yang keluar dari mulut gadis remaja itu rupanya mampu membuat Greenberg terpukau, sehingga ia langsung meminta Stone untuk menandatangani kontrak. ''Ketika pertama kali mendengarnya bernyanyi, aku benar-benar tidak percaya suara sedahsyat itu keluar dari mulut gadis berusia 14 tahun. Hal itu tidak masuk akal,'' ungkapnya suatu kali.

Akan tetapi, Stone mampu membuktikan dirinya benar-benar musisi berbakat. Album perdananya, The Soul Seasons (2003), berhasil memasuki posisi lima besar album terbaik di Inggris, serta masuk ke dalam top forty tangga lagu Billboard 200. Album ini juga memenangkan triple platinum dari British Phonographic Industry dan gold dari Recording Industry Association of America.

Album kedua Joss, Mind, Body & Soul (2004), dengan salah satu hit berjudul You Had Me juga mendapat sambutan yang tak kalah baik. Album beserta hit tersebut berhasil meraih nominasi dalam Grammy Award 2005, sementara Stone sendiri dinominasikan sebagai ''Best New Artist''.

Album terakhir Stone, Introducing Joss Stone, dirilis pada Maret 2007 lalu, dan mendapatkan gold status dari RIAA. Selain bernyanyi, penerima dua BRIT Award dan satu Grammy Award ini juga menjajal kemampuan di dunia akting, lewat perannya sebagai penyihir Angela di sebuah film petualangan fantasi Eragon (2007).

Sementara itu, album terbaru Stone berjudul Colour Me Free rencananya akan dirilis Juli mendatang.
KETIKA musisi lain berlomba-lomba membuat sensasi untuk mendongkrak kariernya, penyanyi yang albumnya terjual lebih dari 10 juta keping di penjuru dunia ini justru adem ayem saja. Baginya, lebih baik mencipta lagu daripada mengumbar masalah pribadinya. Akan tetapi, kehidupan perempuan berdarah Inggris ini ternyata tidak melulu manis. Sebelum sukses di dunia tarik suara, ia sempat berhenti sekolah karena disleksia.

Jocelyn Eve Stoker, lebih dikenal sebagai Joss Stone, dilahirkan di Dover, Kent, Inggris, pada 11 April 1987. Ia adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu beraliran soul dan R&B, yang memulai debut di jalur musik lewat sebuah album multiplatinum bertajuk The Soul Sessions (2003).

Meskipun saat itu usianya masih belia, Stone menunjukkan kualitas vokal yang luar biasa, sehingga sejumlah musisi legendaris seperti Mick Jagger, Donna Summer, Chaka Khan, Smokey Robinson, serta Gladys Knight, tidak ragu-ragu untuk bernyanyi bersamanya.

Stone, anak ketiga dari empat bersaudara hasil perkawinan Richard dan Wendy Stoker, menghabiskan masa remajanya di Ashill, sebuah desa kecil di Devon. Ia pertama kali menunjukkan kebolehan saat membawakan sebuah lagu berjudul Reet Petite milik Jackie Wilson, ketika tampil di Uffculme Comprehensive School, tempat ia mengenyam pendidikan.

Namun, akibat disleksia yang dideritanya, Stone terpaksa meninggalkan bangku sekolah saat usianya menginjak 16 tahun. Kelainan itu membuat perempuan pemilik tembang Fell in Love with a Boy ini tidak mampu membedakan huruf secara benar, sehingga mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis.

''Bukan karena aku bodoh. Aku hanya sedikit disleksia dan tidak benar-benar tertarik dalam bidang akademis. Aku merasa lebih artistik,'' ujar Stone dalam sebuah wawancara.

Pada mulanya, Stone menceburkan diri ke dunia musik karena alasan ekonomi. Ia bernyanyi untuk mendapatkan uang. Sekitar tahun 2000, perempuan yang pernah menjadi penyanyi latar Britney Spears ini mengikuti sebuah kontes bakat bertajuk Star for a Night di stasiun televisi BBC. Saat audisi berlangsung, ia sempat tidak bisa mengingat lirik lagu yang dibawakan, meskipun akhirnya terpilih sebagai kontestan.

Stone ternyata berhasil memenangkan kontes tersebut, sehingga kemudian diminta bernyanyi dalam sebuah pertunjukan amal. Performanya itu menarik perhatian beberapa produser London, yang langsung menghubungi Steve Greenberg, seorang chief executive officer S-Curve Records.

Suara emas yang keluar dari mulut gadis remaja itu rupanya mampu membuat Greenberg terpukau, sehingga ia langsung meminta Stone untuk menandatangani kontrak. ''Ketika pertama kali mendengarnya bernyanyi, aku benar-benar tidak percaya suara sedahsyat itu keluar dari mulut gadis berusia 14 tahun. Hal itu tidak masuk akal,'' ungkapnya suatu kali.

Akan tetapi, Stone mampu membuktikan dirinya benar-benar musisi berbakat. Album perdananya, The Soul Seasons (2003), berhasil memasuki posisi lima besar album terbaik di Inggris, serta masuk ke dalam top forty tangga lagu Billboard 200. Album ini juga memenangkan triple platinum dari British Phonographic Industry dan gold dari Recording Industry Association of America.

Album kedua Joss, Mind, Body & Soul (2004), dengan salah satu hit berjudul You Had Me juga mendapat sambutan yang tak kalah baik. Album beserta hit tersebut berhasil meraih nominasi dalam Grammy Award 2005, sementara Stone sendiri dinominasikan sebagai ''Best New Artist''.

Album terakhir Stone, Introducing Joss Stone, dirilis pada Maret 2007 lalu, dan mendapatkan gold status dari RIAA. Selain bernyanyi, penerima dua BRIT Award dan satu Grammy Award ini juga menjajal kemampuan di dunia akting, lewat perannya sebagai penyihir Angela di sebuah film petualangan fantasi Eragon (2007).

Sementara itu, album terbaru Stone berjudul Colour Me Free rencananya akan dirilis Juli mendatang.